Putrikejawen’s Weblog











{Januari 10, 2009}   Kenangan itu Menyakitkan

Kamu..?!
Pernahkah kau mengabaikan sesuatu, namun tiba-tiba kau sangat merindukannya?! Perasaan seperti ini jelas sangat menyiksa, bagiku. Berkubang diantara kenangan yang baru kusadari bahwa semua itu telah meninggalkan noda di hatiku. Meraba dan menerka apa saja yang telah terjadi saat itu dan mengenangnya kembali. Ibarat kaset, aku selalu me-rewind untuk mendengarkan lagu favoritku secara berulang-ulang.
Saat itu, saat dimana aku menemukannya tengah terpaku diantara dunianya. Dunia yang baru saja ia temukan, dan mengubahnya menjadi surga. Saat tatap ini saling mengikat, ada rasa aneh mengeliat dari hatiku, seperti, fosil yang telah terkubur berjuta-juta tahun di dalam tanah. Kurasakan, darah mengalir memenuhi rongga-rongga kepalaku yang kosong.
Tiba-tiba aku merindukan tatap mata yang jenaka itu. Tatap mata yang selalu bertanya siapa dirinya? Dan untuk apa ia dilahirkan? Senyumnya yang terkesan menentramkan, namun tetap saja menyimpan arti yang hanya ia pahami. Raut wajah yang seolah diciptakan tanpa seguratpun garis kesedihan. Hanya ada derai tawa di sana.
Bagiku, semua yang ada pada dirinya nya sangat kurindukan. Tidak hanya hatiku yang jujur, akan tetapi mulutku juga. Saat rasa itu memberontak, seperti pecandu yang menantikan suntikan di lenganya. Aku tidak memenjarakan perasaanku, mengikatnya dengan egoisme diri. Ku kembarakan kemana ia mau dan ia suka. Temukan apa yang menentramkan hatiku.
Dulu, aku selalu mencela jika ada lelaki yang mengkhawatirkan keadaanku. Membuat seolah-olah kehidupanku benar-benar terancam. Ternyata, aku baru tahu rasanya dikhawatirkan. Terasa menyenangkan, seolah ada seseorang yang merasakan apa yang aku rasakan.
Oh… Ghost…!!! semoga perasaan ini cepat berlalu. Bagiku, tiga hari sudah cukup untuk mengembarakan rasaku kemanapun aku mau. Ya… perjalanan tanpa batas akan melegakanku, meski hanya untuk sesaat. Welcome to the real life…!



{Juli 24, 2008}   Akhirnya Aku Golput Juga…

Tanggal 23 Juli kemarin, aku ingin ngeblog bukan lantaran ingin menulis sesuatu dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional. Disisi lain, hari itu Jatim Memilih, atau populernya Jawa Timur sedang melakukan pemilihan Kepala Daerah.

Hari ini aku tidak menggunankan hak suaraku, alias Golput. Aku melakukan hal ini jelas bukan tanpa alasan. Ada beberapa alasan mengapa aku melakukan ini.

  • KTP ku sudah kadaluarsa, kebetulan tanggal 16 Juli 2008 kemarin juga tepat dengan hari Ulang Tahun ku.
  • Aku juga belum bisa meluangkan waktu untuk pulang ke kampung halaman, Lamongan untuk mengurus KTP ataupun menggunakan hak pilihku untuk memilih Walikota Lamongan.

Untuk saat ini aku hanya punya dua alasan. Jika ada seseorang yang men-judge aku tidak menggunakan hak pilihku lantaran aku tidak mengenal para calon gubernur daerahku. Aku merasa cukup antusias mengamati media yang memuat info Pemilu. Buktinya, aku juga menyaksikan debat kandidat di stasiun TV Pemilu.

Selain itu, aku juga memiliki prediksi siapa pemenangnya. Menurutku pasangan Karsa, Karwo-Saifullah yang akan unggul, karena mereka telah melakukan sosialisasi jauh-jauh sebelum hari H, itu menurutku. Setiap orang bisa dengan mudah memprediksi siapa pemenangnya. Jika satu pasangan telah memperoleh 30% suara, maka ialah akan akan keluar sebagai Pemenang.

Mungkin aku bukanlah satu-satunya orang yang Golput. Bahkan teman-temanku (Baik mahasiswa yang golongan kura-kura atau kuliah rapat, ataupun golongan kupu-kupu alias kuliah pulang, Hwe…). Bahkan teman-temanku yang menjadi panitia penghitungan cepat (Quick Count) juga tidak andil dalam pemilihan tersebut.

Golput bukanlah hal yang luar biasa. Disatu sisi rakyat terkungkung dalam nuansa dilematis dalam memilih pemimpin. Siapa yang tidak ingin memberikan suara? Akan tetapi, ketika ia telah memberikan suara, apakah ada jaminan seorang pemimpin tersebut sesuai dengan yang ia inginkan? Entahlah, yang jelas aku rasa mereka takut, ya… takut kecewa untuk yang kesekian kalinya.

Sebagai Ordinary People aku tetap berharap banyak pada siapapun yang nantinya terpilih menjadi Gubernur Jatim, agar dapat menyebarkan dan memberikan aura positif terutama bagi rakyat Jawa Timur sendiri. Amin…



Ngomong-ngomong masalah acara yang sedang marak di televisi, aku sedikit punya komentar tersendiri. Acara televisi kian tidak bermutu dan menyebalkan. Tapi, apa mau dikata jika semua acara seperti itu…?! Auk ah gelap…!

Sore ini aku mesti pergi ke tempat komputer untuk mengambil laptop Fitri, temanku yang saat itu ingin pergi KKN. Ia ingin barang berharganya itu dipasang LCD Protector. Pegawainya bilang laptop bisa diambil jam empat sore. Tapi, ternyata di sana aku masih harus menunggu lagi sekitar setengah jam lagi. Di tengah-tengah rasa bosan karena menunggu, aku menyempatkan diri melihat-lihat katalog yang disediakan toko tersebut.

Setengah jam berlalu, aku mulai bosan. Saat itu pada posisi dudukku yang berlawanan, ada TV yang sedang On. Kebetulan saat itu acara Cinlok (Cinta Lokasi) yang di tayangkan di SCTV. Seperti biasa, presenter mencari target yang kala itu sedang menjomblo. Walhasil mereka mendapat tiga orang korban, satu perempuan dan dua laki-laki.

Kebetulan nama gadis itu adalah Putri, dan kebetulan juga ia cukup cantik. Sedangkan dua pria yang didaulat untuk menarik hati Si Putri juga cukup dandy, atau istilahnya mbois untuk ukuran pria jaman sekarang. Namanya Hendy dan Angga.

Langsung pada pengamatan subjektif ku. Disini aku menemukan beberapa lelucon-lelucon garing yang patut dibaca (meski tidak penting…!)

  • ·Si Putri, aku prediksi tidak akan menjadi perawan tua. Karena saat itu ia mengaku telah jomblo alias tidak punya kekasih selama dua bulan. Guyonannya, baru jomblo dua bulan sudah seperti jomblo bertahun-tahun atau diramal akan menjadi perawan tua. Hwe…
  • Sedangkan Angga dan Hendy yang saat itu merupakan Sahabat karib, terlihat saling menjatuhkan agar masing-masing tampak sempurna dihadapan Putri. Ternyata memang tidak ada sahabat sejati, akan tetapi penghianatan abadi, itu menurut ku.
  • Sementara itu, jalannya acara terkesan unnatural, atau tidak natural. Bagaimana tidak, segala ekspresi yang tampak terkesan dibuat-dibuat. Tiba-tiba aku jadi berprasangka buruk. Jangan-jangan acara terebut memang buatan sutradara, bukan Reality Show. Seperti dalam film berjudul Condemned yang dibintangi aktor Smackdown, Steve Austin. Meski konsepnya sedikit berbeda.

Semakin lama, aku jadi tidak bisa membedakan mana yang putih, hitam, ataupun abu-abu. Bagiku, kepura-puraan adalah termasuk dalam zona abu-abu. Bagaimanapun juga kita harus memilih untuk berkubang didalam zona yang mana? Putih, hitam, atau abu-abu…?! Keputusan ada ditangan kita…



{Juli 21, 2008}   Dengarkan Kata Hatimu

Pendapat dari orang lain memang bagus, akan tetapi tidak ada salahnya jika sebelum meminta pendapat orang lain kita harus menanyakan hal tersebut kepada sesuatu yang ada dalam diri kita, sesuatu yang tak bisa diraba akan tetapi dirasa. Kita cenderung mengabaikan hati kita dengan selalu menomor satukan pendapat orang lain.

Aku baru menyadari, tidak sepenuhnya pendapat orang itu baik. Terutama orang yang selalu memberikan komentarnya seputar kondisi fisik sesorang. Dalam hal ini aku tidak ingin beranalogi bahwa yang membedakan kondisi seseorang adalah ketaqwaan, meski hal tersebut benar.

Pada hakikatnya kondisi fisik seseorang tidak dapat mencerminkan apa yang ada di dalam otak mereka. Contoh konkritnya, seorang gadis pesolek tidak melulu mencerminkan dirinya sewangi parfum dan semerona blush on. Ataupun seseorang yang hobi mengumpat ternyata punya rasa belah kasih yang tinggi. Who knows…?!

Begitu juga diriku. Aku sama sekali tidak akan menganggap perkataan orang tersebut penting, apalagi patut untuk dipertimbangkan. Mungkin ia lebih baik diam saja or U’ll better go to hell…!



{Juli 7, 2008}   Lomba Penulisan

Saya hanya ingin memberi tahu lomba penulisan yang akan diselenggarakan sepanjang tahun 2008. Jadi silahkan click situs di bawah ini.

www.infolomba.blogsome.com



{Juli 6, 2008}   Bayi Ajaib Indonesia

Tiba-tiba aku ingin membicarakan tentang bayi ajaib. Hal tersebut bukan tanpa alasan. Kemarin siang, tepatnya pukul 09.00 WIB aku menyaksikan sebuah infotainment di salah satu stasiun televisi swasta, RCTI. Aku menyaksikkan acara infotainment yang berslogan “Setajam Silet” tersebut dengan antusias. Seperti biasa Feni Rose memandu acara dengan gaya bicara yang khas.
Ternyata topik yang akan dibahas saat itu adalah mengenai Bayi Ajaib atau artis-artis cilik yang kini heboh muncul dilayar kaca. Seperti Muhammad Ibrahim (Hamba Allah), Baim (Cerita SMA) dan sejenisnya. Saat itu terjadi percakapan antara reporter Silet dan bocah berpipi tembem, Baim.

Reporter Silet (RS) : “Baim seneng gak main film?”

Baim (B) : “Ceneng!!!”

RS : “Capek gak?!”

B : “”Ngaaakkk…!’

Aku heran, apa yang membuat para produser melirik bocah-bocah bau ompol tersebut?. Jika ditilik kembali, jangankan untuk menghafal script, bicara mereka saja masih cadel. Dibanding dengan aktor atau aktris muda dengan paras yang menawan, jelas bocah susu kalengan tersebut kalah jauh.

Akan tetapi, aku baru sadar bahwa bocah bau ompol tersebut memiliki sesuatu yang tidak dimiliki oleh orang dewasa pada umumnya. Yaitu, kepolosan. Ya, wajah-wajah malaikat tersebut telah berhasil menyihir seluruh pemilik hati yang tidak lagi putih.

Mereka, juga aku haus akan kepolosan itu. Senyun tulus atau tawa lebar dengan deretan gigi yang tertata rapi dan putih. Kepolosan itu seakan memberikan tetesan air ditengah sahara. Terasa menyejukkan. Akan tetapi, terlepas dari itu semua mereka tetaplah mendapatkan hak sebagai anak-anak, yaitu hak untuk bermain.

Sementara itu, mungkin mereka adalah tulang punggung keluarga yang belum mengerti apa artinya tetesan sebuah keringat. Bijaknya, apapun yang mereka pasti telah melalui sebuah kesepakata. Selain itu, konsekuensi pasti telah diperhitungkan jauh-jauh hari, pasti.

“Semoga kalian bukan korban dari dunia hiburan yang memang menjanjikan”



{Juli 4, 2008}   Euforia Euro 2008

Semua orang tahu, jika sepak bola adalah olah raga yang fenomenal. Selain didanai oleh banyak sponsor, olahraga tersebut juga mudah masuk ke hati setiap masyarakat. Terkadang terkesan tidak wajar jika pada musim bola, terutama even internasional, seperti Piala Dunia, Euro, UEFA dan lain-lain.

Aku adalah salah satu orang yang terkena demam bola. Meski masih terbilang wajar, akan tetapi aku masih meraskan Gol pertama Spanyol dicetak oleh Fernando Torres di babak pertama dengan tendangan chip melawati tubuh kiper Jerman Jens Lehmann. Sejauh ini, Spanyol tidak kehilangan kekuatannya akibat cederanya David Villa karena Cesc Fabregas menjalankan tugasnya dengan baik. Babak pertama final Euro 2008 berakhir dengan 1-0 untuk Spanyol. Hingga babak kedua, kedudukan tetap tidak berubah.

Pada dasarnya, aku tidak terlalu fanatik terhadap suatu hal. Akan tetapi, mendudukung tim yang diramalkan menjadi pemenang memang lebih menyenangkan. Daripada harus dihina lantaran tim yang kita bela kalah, jelas lebih menyakitkan…! Hidup Spanyol…!



{Juni 23, 2008}   Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!



dan lain-lain
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.