Tanggal 23 Juli kemarin, aku ingin ngeblog bukan lantaran ingin menulis sesuatu dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional. Disisi lain, hari itu Jatim Memilih, atau populernya Jawa Timur sedang melakukan pemilihan Kepala Daerah.
Hari ini aku tidak menggunankan hak suaraku, alias Golput. Aku melakukan hal ini jelas bukan tanpa alasan. Ada beberapa alasan mengapa aku melakukan ini.
- KTP ku sudah kadaluarsa, kebetulan tanggal 16 Juli 2008 kemarin juga tepat dengan hari Ulang Tahun ku.
- Aku juga belum bisa meluangkan waktu untuk pulang ke kampung halaman, Lamongan untuk mengurus KTP ataupun menggunakan hak pilihku untuk memilih Walikota Lamongan.
Untuk saat ini aku hanya punya dua alasan. Jika ada seseorang yang men-judge aku tidak menggunakan hak pilihku lantaran aku tidak mengenal para calon gubernur daerahku. Aku merasa cukup antusias mengamati media yang memuat info Pemilu. Buktinya, aku juga menyaksikan debat kandidat di stasiun TV Pemilu.
Selain itu, aku juga memiliki prediksi siapa pemenangnya. Menurutku pasangan Karsa, Karwo-Saifullah yang akan unggul, karena mereka telah melakukan sosialisasi jauh-jauh sebelum hari H, itu menurutku. Setiap orang bisa dengan mudah memprediksi siapa pemenangnya. Jika satu pasangan telah memperoleh 30% suara, maka ialah akan akan keluar sebagai Pemenang.
Mungkin aku bukanlah satu-satunya orang yang Golput. Bahkan teman-temanku (Baik mahasiswa yang golongan kura-kura atau kuliah rapat, ataupun golongan kupu-kupu alias kuliah pulang, Hwe…). Bahkan teman-temanku yang menjadi panitia penghitungan cepat (Quick Count) juga tidak andil dalam pemilihan tersebut.
Golput bukanlah hal yang luar biasa. Disatu sisi rakyat terkungkung dalam nuansa dilematis dalam memilih pemimpin. Siapa yang tidak ingin memberikan suara? Akan tetapi, ketika ia telah memberikan suara, apakah ada jaminan seorang pemimpin tersebut sesuai dengan yang ia inginkan? Entahlah, yang jelas aku rasa mereka takut, ya… takut kecewa untuk yang kesekian kalinya.
Sebagai Ordinary People aku tetap berharap banyak pada siapapun yang nantinya terpilih menjadi Gubernur Jatim, agar dapat menyebarkan dan memberikan aura positif terutama bagi rakyat Jawa Timur sendiri. Amin…