Tiba-tiba aku ingin membicarakan tentang bayi ajaib. Hal tersebut bukan tanpa alasan. Kemarin siang, tepatnya pukul 09.00 WIB aku menyaksikan sebuah infotainment di salah satu stasiun televisi swasta, RCTI. Aku menyaksikkan acara infotainment yang berslogan “Setajam Silet” tersebut dengan antusias. Seperti biasa Feni Rose memandu acara dengan gaya bicara yang khas.
Ternyata topik yang akan dibahas saat itu adalah mengenai Bayi Ajaib atau artis-artis cilik yang kini heboh muncul dilayar kaca. Seperti Muhammad Ibrahim (Hamba Allah), Baim (Cerita SMA) dan sejenisnya. Saat itu terjadi percakapan antara reporter Silet dan bocah berpipi tembem, Baim.
Reporter Silet (RS) : “Baim seneng gak main film?”
Baim (B) : “Ceneng!!!”
RS : “Capek gak?!”
B : “”Ngaaakkk…!’
Aku heran, apa yang membuat para produser melirik bocah-bocah bau ompol tersebut?. Jika ditilik kembali, jangankan untuk menghafal script, bicara mereka saja masih cadel. Dibanding dengan aktor atau aktris muda dengan paras yang menawan, jelas bocah susu kalengan tersebut kalah jauh.
Akan tetapi, aku baru sadar bahwa bocah bau ompol tersebut memiliki sesuatu yang tidak dimiliki oleh orang dewasa pada umumnya. Yaitu, kepolosan. Ya, wajah-wajah malaikat tersebut telah berhasil menyihir seluruh pemilik hati yang tidak lagi putih.
Mereka, juga aku haus akan kepolosan itu. Senyun tulus atau tawa lebar dengan deretan gigi yang tertata rapi dan putih. Kepolosan itu seakan memberikan tetesan air ditengah sahara. Terasa menyejukkan. Akan tetapi, terlepas dari itu semua mereka tetaplah mendapatkan hak sebagai anak-anak, yaitu hak untuk bermain.
Sementara itu, mungkin mereka adalah tulang punggung keluarga yang belum mengerti apa artinya tetesan sebuah keringat. Bijaknya, apapun yang mereka pasti telah melalui sebuah kesepakata. Selain itu, konsekuensi pasti telah diperhitungkan jauh-jauh hari, pasti.
“Semoga kalian bukan korban dari dunia hiburan yang memang menjanjikan”
wah, TV sekarang tidak kenal lg kemanusiaan. selama bisa dieksploitasi, semua hal akan dijual habis2n oleh TV. ora ngurus anak kecil. pokoke asal laku, hajar terus.
Wuih, ngomongin diri sendiri neh critanya? Dasar bayi a jauh…