Pendapat dari orang lain memang bagus, akan tetapi tidak ada salahnya jika sebelum meminta pendapat orang lain kita harus menanyakan hal tersebut kepada sesuatu yang ada dalam diri kita, sesuatu yang tak bisa diraba akan tetapi dirasa. Kita cenderung mengabaikan hati kita dengan selalu menomor satukan pendapat orang lain.
Aku baru menyadari, tidak sepenuhnya pendapat orang itu baik. Terutama orang yang selalu memberikan komentarnya seputar kondisi fisik sesorang. Dalam hal ini aku tidak ingin beranalogi bahwa yang membedakan kondisi seseorang adalah ketaqwaan, meski hal tersebut benar.
Pada hakikatnya kondisi fisik seseorang tidak dapat mencerminkan apa yang ada di dalam otak mereka. Contoh konkritnya, seorang gadis pesolek tidak melulu mencerminkan dirinya sewangi parfum dan semerona blush on. Ataupun seseorang yang hobi mengumpat ternyata punya rasa belah kasih yang tinggi. Who knows…?!
Begitu juga diriku. Aku sama sekali tidak akan menganggap perkataan orang tersebut penting, apalagi patut untuk dipertimbangkan. Mungkin ia lebih baik diam saja or U’ll better go to hell…!