Ngomong-ngomong masalah acara yang sedang marak di televisi, aku sedikit punya komentar tersendiri. Acara televisi kian tidak bermutu dan menyebalkan. Tapi, apa mau dikata jika semua acara seperti itu…?! Auk ah gelap…!
Sore ini aku mesti pergi ke tempat komputer untuk mengambil laptop Fitri, temanku yang saat itu ingin pergi KKN. Ia ingin barang berharganya itu dipasang LCD Protector. Pegawainya bilang laptop bisa diambil jam empat sore. Tapi, ternyata di sana aku masih harus menunggu lagi sekitar setengah jam lagi. Di tengah-tengah rasa bosan karena menunggu, aku menyempatkan diri melihat-lihat katalog yang disediakan toko tersebut.
Setengah jam berlalu, aku mulai bosan. Saat itu pada posisi dudukku yang berlawanan, ada TV yang sedang On. Kebetulan saat itu acara Cinlok (Cinta Lokasi) yang di tayangkan di SCTV. Seperti biasa, presenter mencari target yang kala itu sedang menjomblo. Walhasil mereka mendapat tiga orang korban, satu perempuan dan dua laki-laki.
Kebetulan nama gadis itu adalah Putri, dan kebetulan juga ia cukup cantik. Sedangkan dua pria yang didaulat untuk menarik hati Si Putri juga cukup dandy, atau istilahnya mbois untuk ukuran pria jaman sekarang. Namanya Hendy dan Angga.
Langsung pada pengamatan subjektif ku. Disini aku menemukan beberapa lelucon-lelucon garing yang patut dibaca (meski tidak penting…!)
- ·Si Putri, aku prediksi tidak akan menjadi perawan tua. Karena saat itu ia mengaku telah jomblo alias tidak punya kekasih selama dua bulan. Guyonannya, baru jomblo dua bulan sudah seperti jomblo bertahun-tahun atau diramal akan menjadi perawan tua. Hwe…
- Sedangkan Angga dan Hendy yang saat itu merupakan Sahabat karib, terlihat saling menjatuhkan agar masing-masing tampak sempurna dihadapan Putri. Ternyata memang tidak ada sahabat sejati, akan tetapi penghianatan abadi, itu menurut ku.
- Sementara itu, jalannya acara terkesan unnatural, atau tidak natural. Bagaimana tidak, segala ekspresi yang tampak terkesan dibuat-dibuat. Tiba-tiba aku jadi berprasangka buruk. Jangan-jangan acara terebut memang buatan sutradara, bukan Reality Show. Seperti dalam film berjudul Condemned yang dibintangi aktor Smackdown, Steve Austin. Meski konsepnya sedikit berbeda.
Semakin lama, aku jadi tidak bisa membedakan mana yang putih, hitam, ataupun abu-abu. Bagiku, kepura-puraan adalah termasuk dalam zona abu-abu. Bagaimanapun juga kita harus memilih untuk berkubang didalam zona yang mana? Putih, hitam, atau abu-abu…?! Keputusan ada ditangan kita…
bukan mau muna atau sombong,,,bukan sakit hati atau apatis bukan ga laku atau syrik…cuma untuk sekarang2 ini ngggomongggin masalah coowk bikin cepet tua aja…kaya cewek aja kamu ngomongin cowok…hahahahakakakaxxxzz…tapi kalo pin dapet cowok duluan suatu ssaat nanti anggap ja takdir…enatah itu nasib baik atau pun buruk